Fokus pada capaian laba dan langkah strategis masa depan yang diumumkan dalam RUPS
Kabar17.id, Jakarta – PT Satria Antaran Prima Tbk atau SAPX Express membuktikan ketangguhannya di tengah tantangan ekonomi makro dan ketatnya persaingan industri jasa pengiriman sepanjang tahun 2024. Meski pasar e-commerce mengalami perlambatan akibat situasi Pemilu dan melemahnya daya beli masyarakat, SAPX Express tetap mencatatkan kinerja keuangan yang solid.
Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp682,51 miliar, meningkat 9,65% dari tahun 2023 yang sebesar Rp622,18 miliar. Total nilai aset juga naik 19,04% dari Rp324,16 miliar menjadi Rp385,88 miliar. Laba usaha naik tajam 102,34% menjadi Rp7,79 miliar dari sebelumnya Rp3,85 miliar, dan laba rugi komprehensif tahun berjalan melonjak 201,42% menjadi Rp23,30 miliar dibandingkan tahun lalu sebesar Rp7,73 miliar.
Corporate Secretary SAPX Express, Denny Parhan mengatakan untuk meningkatkan pendapatan dari realisasi perolehan di tengah persaingan yang tinggi di tahun 2024 adalah capaian penting bagi kami. “Pendapatan naik dari Rp622,18 miliar menjadi Rp682,51 miliar atau 9,65%. Kenaikan ini terutama berasal dari wilayah korporasi,” ujar pada Rabu, 28 Mei 2025.
“Kami juga mencatatkan peningkatan nilai aset menjadi Rp385,88 miliar, serta pertumbuhan signifikan pada laba usaha dan laba komprehensif tahun berjalan. Hal ini menunjukkan bahwa strategi yang kami jalankan tetap efektif meskipun kondisi pasar menantang,” tuturnya.
Presiden Direktur SAPX Express, Budiyanto Darmastono, menambahkan bahwa pertumbuhan berkelanjutan SAPX tidak lepas dari kekuatan model bisnis yang tersegmentasi dengan baik, terutama di sektor perbankan dan institusi keuangan.
“SAPX Express dipercaya oleh banyak bank nasional untuk pengiriman data penting seperti kartu kredit dan rekening koran, karena kami telah tersertifikasi ISO 27001 untuk keamanan data. Ini yang membuat SAPX unggul dan masuk ke sektor yang sangat selektif,” ungkap Budiyanto dilokasi yang sama.
Ia juga menegaskan, SAPX telah menerapkan efisiensi operasional di seluruh lini dari kurir hingga armada. “Kami memaksimalkan produktivitas seluruh infrastruktur. Misalnya, jika dulu satu area ditangani 10 kurir tapi utilisasinya rendah, kini hanya 6 kurir aktif yang lebih produktif. Kendaraan juga dioptimalkan agar selalu penuh sebelum diberangkatkan,” jelasnya.
Terkait potensi masa depan, Budiyanto menyambut baik diberlakukannya Peraturan Menteri Kominfo No. 08 Tahun 2025 yang mulai menata ulang industri pos dan pengiriman. “Regulasi baru ini mewajibkan perusahaan kurir memiliki jaringan minimal di 50% provinsi. SAPX sudah memenuhi itu sejak lama. Konsolidasi yang terjadi nantinya justru memperkuat posisi kami di pasar,” kata Budiyanto.
Selain itu, SAPX Express juga telah mengembangkan sistem digital untuk mempercepat dan mengamankan pengelolaan dana COD (Cash on Delivery).
“Kurir kami bisa langsung menyetor uang melalui sistem yang terintegrasi dengan perbankan. Ini mempercepat arus kas dan mengurangi risiko kehilangan dana keunggulan yang belum dimiliki pesaing,” ujarnya.
Atas kinerja tersebut, SAPX Express menerima penghargaan Logistics Award 2024 dari Bisnis Indonesia dalam kategori Emiten Ekspedisi. Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas eksistensi dan daya saing perusahaan di tengah kompetisi yang semakin ketat.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 28 Mei 2025 juga mengesahkan enam mata acara strategis, termasuk penggunaan laba bersih, penunjukan auditor independen, dan persetujuan jaminan aset dalam rangka pembiayaan jangka panjang.
SAPX Express menegaskan bahwa transformasi digital, efisiensi operasional, dan komitmen terhadap tata kelola serta keberlanjutan akan terus menjadi fondasi utama untuk pertumbuhan berkelanjutan ke depan. (Ndr)
