Kabar17.id, Jakarta – Aktivitas menulis tangan di atas kertas terbukti berperan penting dalam meningkatkan kemampuan literasi dasar siswa sekolah dasar. Hasil penelitian kolaboratif antara Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, SiDU (Sinar Dunia), dan Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) menunjukkan bahwa 81% siswa SD mengalami peningkatan kemampuan literasi setelah mengikuti kegiatan menulis tangan secara rutin menggunakan modul Akademi Ayo Menulis SiDU.
Penelitian bertajuk “Pengaruh Aktivitas Menulis di atas Kertas terhadap Kemampuan Literasi Peserta Didik Sekolah Dasar” ini melibatkan 2.293 siswa kelas 4 dan 5 di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Temuan riset memperlihatkan bahwa menulis tangan bukan hanya kegiatan motorik, tetapi juga proses kognitif yang membantu memperkuat daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan berpikir kritis.
Ketua Tim Peneliti Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Dr. Murniati Agustian, M.Pd., menilai menulis tangan seharusnya tetap menjadi bagian penting dalam pembelajaran di sekolah dasar. “Kemajuan teknologi tidak seharusnya menghapus keterampilan dasar yang membentuk daya pikir, konsentrasi, dan kreativitas anak,” ujarnya dalam peluncuran hasil riset di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Head of Marketing Domestic Business Unit Stationery APP Group, Arif Darmawan, menjelaskan bahwa SiDU berkomitmen mendukung pengembangan literasi anak Indonesia melalui kegiatan menulis tangan. “Menulis tangan bukan sekadar melatih motorik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan penguasaan bahasa,” katanya.
Dukungan terhadap hasil riset juga datang dari pemerintah. Muhammad Noor Ginanjar Jaelani, S.Pd., dari Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen, menegaskan bahwa keterampilan menulis tangan tetap menjadi dasar penting dalam pembelajaran. “Selain melatih koordinasi motorik halus, kegiatan ini memperkuat daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan berpikir kritis anak,” ujarnya.
Dr. Astin Julaikhan, M.Pd., dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, menambahkan bahwa hasil riset tersebut dapat menjadi rujukan bagi sekolah dalam pembiasaan literasi. “Makna literasi bukan hanya membaca, tetapi juga menulis, khususnya menulis tangan,” katanya.

Program penelitian ini merupakan bagian dari Ayo Menulis bersama SiDU, yang telah dijalankan sejak 2017. Kegiatan ini mencakup pelatihan, lomba menulis, serta penyediaan modul bagi guru dan siswa guna menumbuhkan kebiasaan menulis tangan secara berkelanjutan.
Keterlibatan Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) dalam penelitian turut memperkuat upaya penyebaran pesan literasi melalui konten edukatif yang ramah anak. Majalah ini berperan menumbuhkan semangat membaca dan menulis di kalangan pelajar usia dini.
Peluncuran hasil penelitian ini menjadi momentum bagi dunia pendidikan untuk kembali menegaskan pentingnya keseimbangan antara keterampilan literasi dasar dan pembelajaran berbasis digital. Menulis tangan di atas kertas terbukti mendukung kemampuan berpikir reflektif dan kreatif yang menjadi fondasi pembelajaran sepanjang hayat. (NDR)
