_April 2026 menjadi rekor tertinggi tahun ini, sebanyak 51.565 wisatawan mancanegara memilih kereta api jarak jauh untuk menikmati perjalanan lintas kota di Pulau Jawa dan Sumatra_
Kabar17.id, Ada hal-hal kecil yang sering terlihat biasa dalam kehidupan sehari-hari, padahal diam-diam membentuk kesan mendalam bagi orang yang datang berkunjung ke Indonesia. Salah satunya terlihat di transportasi publik.
Ketika seseorang berhenti sejenak di perlintasan sebidang, menunggu kereta api melintas sambil melihat kondisi sekitar, memberi kesempatan penumpang turun terlebih dahulu, atau tetap tertib di tengah stasiun yang ramai, suasana seperti itu menjadi bagian dari pengalaman yang dirasakan wisatawan selama berada di Indonesia.
Kereta api menghadirkan ruang yang mempertemukan banyak orang dari latar belakang berbeda dalam satu perjalanan. Di ruang itu, wisatawan dapat melihat bagaimana masyarakat saling berbagi ruang, mengantre, menjaga kenyamanan bersama, hingga menghargai keselamatan perjalanan orang lain.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pengalaman wisatawan mancanegara selama menggunakan transportasi publik sering kali terbentuk dari hal-hal sederhana yang mereka temui selama perjalanan.
“Wisatawan biasanya mengingat suasana yang mereka rasakan selama berada di sebuah negara. Dari cara masyarakat menunggu kereta api, suasana di stasiun, sampai bagaimana orang saling menghargai di ruang publik. Hal-hal seperti itu yang sering membekas dalam ingatan mereka,” ujar Anne.
Dalam periode Januari hingga April 2026, sebanyak 180.670 wisatawan mancanegara tercatat menggunakan layanan kereta api jarak jauh. Khusus April 2026, jumlahnya mencapai 51.565 pelanggan dan menjadi angka tertinggi sepanjang tahun ini.
Secara kumulatif, 10 stasiun dengan keberangkatan wisatawan mancanegara tertinggi pada periode Januari hingga April 2026 yakni Stasiun Gambir sebanyak 29.013 pelanggan, Yogyakarta 26.365 pelanggan, Bandung 15.780 pelanggan, Pasarsenen 10.486 pelanggan, Surabaya Gubeng 9.043 pelanggan, Semarang Tawang 6.946 pelanggan, Malang 5.435 pelanggan, Surabaya Pasar Turi 4.650 pelanggan, Cirebon 4.215 pelanggan, dan Solo Balapan 3.747 pelanggan.
Menurut Anne, meningkatnya minat wisatawan mancanegara menggunakan kereta api menunjukkan bahwa perjalanan antarkota kini menjadi bagian dari pengalaman wisata di Pulau Jawa dan Sumatra. Dari perjalanan tersebut, wisatawan dapat melihat langsung kehidupan masyarakat, mulai dari suasana stasiun, kawasan perkotaan, hingga lingkungan di sekitar jalur kereta api.
Di titik inilah budaya tertib di ruang publik ikut memberi pengalaman tersendiri bagi wisatawan. Sebab selama perjalanan, wisatawan juga melihat bagaimana masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari dan menghargai keselamatan bersama.
“Perlintasan sebidang menjadi salah satu ruang yang memperlihatkan bagaimana masyarakat menjaga keselamatan perjalanan bersama. Saat pengguna jalan menunggu dengan tertib dan mendahulukan kereta api melintas, suasana seperti itu juga dapat memberi rasa aman dan nyaman bagi banyak orang,” jelas Anne.
Ia menambahkan, kesan positif wisatawan sering tumbuh dari pengalaman sederhana yang mereka alami secara langsung selama berada di Indonesia. Ada yang merasa nyaman karena perjalanan berlangsung tertib, ada yang menikmati suasana stasiun yang ramai namun tetap teratur, hingga ada yang melihat bagaimana masyarakat tetap menghargai keselamatan di ruang publik.
Menurut Anne, pengalaman seperti itu sering kali menjadi cerita yang dibawa pulang oleh wisatawan setelah kembali ke negaranya.
“Ketika wisatawan merasa nyaman selama perjalanan dan melihat suasana masyarakat yang tertib, kesan positif itu biasanya akan mereka ceritakan kepada orang lain. Dari sana kepercayaan tumbuh dan pengalaman baik tentang Indonesia ikut menyebar,” tutup Anne.
