Kabar17.id, Jakarta – Batik Chic merayakan perjalanan 16 tahunnya melalui acara bertema “Timeless Threads of Tomorrow”. Perayaan ini menghadirkan komunitas kreatif, sahabat brand, mitra bisnis, serta para pengrajin yang telah menjadi bagian dari perjalanan Batik Chic sejak awal berdiri di The Dharmawangsa Hotel, Jakarta Selatan, pada 29 November 2025.
Tema “Timeless Threads of Tomorrow” dipilih sebagai refleksi bahwa setiap helai wastra adalah perjalanan lintas generasi—bukan hanya produk budaya, tetapi narasi yang terus ditenun agar tetap relevan bagi masa kini dan masa depan. Acara ini menjadi momentum bagi Batik Chic untuk menegaskan kembali komitmennya menjaga warisan wastra Indonesia sambil menghadirkan inovasi desain yang lebih dekat dengan generasi muda.

Di tengah acara, pendiri Batik Chic Novita Yunus menyampaikan refleksi mendalam mengenai perjalanannya. “Perjalanan 16 tahun Batik Chic terasa panjang tapi indah. Saya belajar bahwa ragam bahasa, budaya, dan wastra Indonesia itu luar biasa kayanya,” ungkapnya di The Dharmawangsa Jakarta. Sabtu, (29/11/2025).
“Dari dulu hanya melihat batik sebagai sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, kini saya melihatnya sebagai jalan hidup yang membawa berkah bagi saya, bagi tim, dan bagi para perempuan pengrajin yang bekerja bersama kami,” tuturnya
Novita menegaskan bahwa fokus Batik Chic tidak pernah sekadar pada ekspansi, tetapi pada pertumbuhan yang organik. “Saat ini Batik Chic memiliki dua galeri: di Kemang, dan Surabaya. Produksi kami dilakukan oleh 18 kelompok perajin, termasuk di luar negeri seperti Singapura. Jumlahnya memang tidak besar, tapi itu justru menjaga kualitas,” kata Novita.
Terkait tema besar tahun ini, Novita menjelaskan bahwa sejak awal Batik Chic berdiri, wastra Nusantara selalu menjadi titik pijak utama.
“Indonesia punya kekuatan luar biasa di tradisi tekstilnya. Wastra itu identitas. Tugas kami adalah menjaganya tetap hidup di ruang-ruang modern, agar generasi baru bisa bangga memakainya.”
Ia juga menekankan bahwa meski industri batik menghadapi tantangan daya beli dan persaingan produksi cepat, nilai batik berkualitas justru semakin diapresiasi.
“Dulu harga karya saya hanya Rp200 ribu. Tiga tahun kemudian karya yang sama bisa bernilai Rp1,5 juta, bukan karena mahal, tapi karena banyak yang mulai menghargai prosesnya. Justru saat batik cepat semakin banyak, perajin yang menjaga kualitas menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa masa depan Batik Chic dan wastra Indonesia bergantung pada kekuatan kolaborasi. Bekerja bersama berbagai pihak mulai dari Abang None, Bank Indonesia, Bank Mega, Wardah, hingga brand fashion seperti Simpul Sutra dan Tiraz menjadi cara efektif untuk membawa batik hadir di lebih banyak ruang dan semakin dekat dengan generasi muda.
Acara berlanjut pada fashion show yang menghadirkan koleksi terbaru Batik Chic bersama sejumlah brand sahabat. Runway diisi oleh para muse dan Abang None Jakarta Selatan yang memperagakan karya dengan citra elegan dan modern.

BC “Threads of Heritage” Kebaya Collection
Menjadi koleksi inti, menghadirkan interpretasi baru batik Ayam Puger, Guci Peranakan, dan Basurek. Palet warnanya terdiri dari deep indigo, royal blue, rust red, gilded gold, dan aksen porselen putih – menegaskan DNA Batik Chic yang memadukan tradisi dan modernitas.

BC “Taman Ria”
Koleksi penuh energi dengan motif batik pesisir figuratif, menghadirkan karakter manusia, fauna, dan flora berwarna cerah. Koleksi ini merepresentasikan sisi playful Batik Chic.

NY by Novita Yunus – Midnight Obsidian
Koleksi lurik modern dengan dominasi hitam, charcoal, dan obsidian. Dipadukan dengan aksesoris Donahue Handbags yang sebelumnya diperkenalkan di Paris Front Row.

Tiraz – “Midnight Blue”
Terinspirasi dari Gringsing Bali, koleksi modest wear ini menonjolkan kesederhanaan motif dan keanggunan warna biru gelap.
Simpul Sutra – “Flower Harmony”
Busana bercorak floral lembut dengan material serat sutra yang menghadirkan kesan refined dan feminin.
Perayaan tersebut juga didukung berbagai partner kreatif seperti Manjusha Nusantara, Amandari Gallery, Maharis Clinic, Bimasena – The Dharmawangsa Club, Warung Mbak Mar, serta sponsor utama seperti NavaPark, Bank Mega, dan Wardah.
Perayaan 16 tahun Batik Chic bukan sekadar pergelaran mode, tetapi penanda konsistensi sebuah brand lokal dalam merawat keberlanjutan wastra Indonesia. Melalui tema “Timeless Threads of Tomorrow,” Batik Chic mengajak publik untuk melihat bahwa warisan budaya bukanlah masa lalu, tetapi masa depan yang terus ditenun bersama generasi baru. (NDR)
