Januari–Mei 2026, Pelanggan KA Makassar–Parepare Tumbuh 25,48 Persen

–Parepare pada lima bulan pertama 2026. Sejak mulai beroperasi pada 29 Oktober 2022, layanan ini telah melayani 825.512 pelanggan

Ikabar17.id, ndonesia merupakan negara kepulauan dengan luas daratan sekitar 1,9 juta kilometer persegi dan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa yang tersebar di ribuan pulau. Dalam bentang wilayah yang luas tersebut, konektivitas menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong pemerataan pembangunan, memperluas akses ekonomi, serta mendekatkan masyarakat dengan berbagai layanan publik.

Selama puluhan tahun, layanan kereta api berkembang dan menjadi bagian penting mobilitas masyarakat di Pulau Jawa dan Sumatra. Kini, manfaat transportasi publik berbasis rel mulai dirasakan semakin luas di Sulawesi Selatan melalui layanan KA Makassar–Parepare yang terus menunjukkan pertumbuhan pelanggan dari tahun ke tahun.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, sepanjang Januari hingga Mei 2026, KA Makassar–Parepare melayani 145.735 pelanggan, meningkat 25,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 116.146 pelanggan.

Peningkatan jumlah pelanggan terlihat semakin konsisten pada 2026. Mei menjadi bulan dengan volume pelanggan tertinggi tahun ini, yakni mencapai 35.442 pelanggan. Angka tersebut turut mendorong total pelanggan KA Makassar–Parepare menjadi 825.512 pelanggan sejak layanan ini mulai beroperasi pada 29 Oktober 2022 hingga 1 Juni 2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan pelanggan tersebut menunjukkan bahwa kereta api semakin diterima sebagai pilihan perjalanan masyarakat di Sulawesi Selatan.

“Pertumbuhan pelanggan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memanfaatkan kereta api sebagai salah satu pilihan perjalanan. Kehadiran KA Makassar–Parepare turut memperkuat konektivitas antardaerah dan mendukung mobilitas masyarakat menuju berbagai pusat aktivitas,” ujar Anne.

Saat ini KA Makassar–Parepare melayani perjalanan pada jalur sepanjang sekitar 145 kilometer yang menghubungkan sejumlah wilayah strategis di Sulawesi Selatan melalui Stasiun Mandai, Maros, Rammang-Rammang, Pangkajene, Labakkang, Ma’rang, Mandalle, Tanete Rilau, Barru, dan Garongkong.

Jalur tersebut melintasi kawasan dengan karakter ekonomi dan sosial yang beragam. Kabupaten Maros berkembang sebagai wilayah penyangga Kota Makassar sekaligus pintu gerbang transportasi udara Sulawesi Selatan. Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dikenal sebagai kawasan perikanan, industri pengolahan, dan destinasi wisata unggulan. Sementara Kabupaten Barru tumbuh sebagai wilayah pesisir yang didukung aktivitas perdagangan, jasa, dan pelabuhan.

Keberadaan kereta api memperkuat keterhubungan antardaerah yang sebelumnya didominasi transportasi jalan raya. Mobilitas yang semakin baik membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk menjangkau pusat ekonomi, kawasan wisata, layanan pendidikan, maupun berbagai aktivitas sosial lainnya.

Salah satu daya tarik yang hadir di sepanjang lintasan KA Makassar–Parepare adalah kawasan Karst Maros-Pangkep yang telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu bentang alam karst terbesar di dunia dan menjadi destinasi wisata unggulan Sulawesi Selatan. Dari jendela kereta, pelanggan dapat menikmati pemandangan perbukitan karst, hamparan sawah, kawasan pesisir, hingga aktivitas masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian, perikanan, perdagangan, dan jasa.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Sulawesi Selatan pada 2025 mencapai sekitar 9,56 juta jiwa. Pada periode yang sama, perekonomian Sulawesi Selatan ditopang oleh berbagai sektor unggulan, antara lain perdagangan, pertanian, industri pengolahan, perikanan, dan pariwisata. Dinamika tersebut mendorong kebutuhan akan transportasi publik yang mampu menghubungkan berbagai wilayah secara efektif, aman, dan nyaman.

Dalam konteks yang lebih luas, pengembangan transportasi publik berbasis rel juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pemerataan pembangunan nasional. Jaringan kereta api aktif di Indonesia saat ini masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Sumatra. Kehadiran layanan KA Makassar–Parepare menjadi langkah penting dalam memperluas manfaat transportasi publik berbasis rel ke wilayah lain di Indonesia.

Jalur sepanjang 145 kilometer yang saat ini beroperasi merupakan bagian awal dari pengembangan jaringan perkeretaapian di Sulawesi. Kehadiran layanan ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang andal juga tumbuh di luar wilayah yang selama ini menjadi pusat jaringan kereta api nasional.

“Setiap wilayah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Konektivitas yang semakin baik akan membantu masyarakat menjangkau lebih banyak peluang, memperkuat aktivitas ekonomi daerah, dan mendukung pemerataan pembangunan. KAI siap mendukung upaya pemerintah dalam memperluas manfaat transportasi perkeretaapian melalui penyediaan layanan yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat,” tutup Anne.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *