INPP Genjot Ekspansi, Tetap Kucurkan Dividen Rp67 Miliar ke Pemegang Saham

Kabar17.id, Jakarta – Di tengah strategi ekspansi besar-besaran yang tengah dijalankan, PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) tetap menunjukkan komitmennya kepada pemegang saham dengan membagikan dividen sebesar Rp67,1 miliar untuk tahun buku 2024. Pembagian ini dilakukan meski perusahaan sedang menggelontorkan dana capex senilai Rp1,1 triliun untuk berbagai proyek strategis sepanjang 2025.

Presiden Direktur INPP, Anthony Prabowo Susilo, menjelaskan bahwa perusahaan tetap menjaga keseimbangan antara ekspansi dan imbal hasil bagi investor. “Meskipun tengah agresif membangun, kami tetap mengapresiasi kepercayaan pemegang saham dengan dividen Rp6 per saham,” ungkapnya.

Dana capex sebesar Rp1,1 triliun tahun ini akan digunakan untuk proyek-proyek prioritas seperti pusat komersial lifestyle rendah kepadatan di Balikpapan, yang sempat tertunda sejak 2016. Proyek-proyek lainnya termasuk pengembangan Antasari Place, perluasan pusat perbelanjaan 23 Pascal di Bandung, serta pembangunan mal baru di Semarang yang direncanakan beroperasi pada kuartal II tahun depan.

Direktur Keuangan INPP, Surina, menjelaskan bahwa sekitar 70% pembiayaan ekspansi diperoleh melalui skema project finance, sementara sisanya berasal dari kas internal. Dengan rasio utang terhadap ekuitas yang terjaga di level 0,3 kali, kondisi keuangan perusahaan dinilai sangat sehat dan memungkinkan pembagian dividen tetap berjalan.

Kinerja keuangan perusahaan juga menunjukkan tren positif. Pada kuartal I 2025, pendapatan INPP naik 9% secara tahunan, sementara laba bersih melonjak dari Rp134 miliar menjadi Rp382 miliar. Sumber pendapatan berulang (recurring income) pun meningkat signifikan, dari 82% pada akhir 2024 menjadi 91%.

INPP dikenal dengan strategi bisnis unik yang tidak sekadar menjual aset, tetapi mengembangkan properti yang menghasilkan pendapatan rutin seperti hotel dan pusat perbelanjaan. Beberapa aset ternama yang dimiliki perusahaan antara lain Plaza Indonesia, FX Sudirman, Baywalk, 23 Pascal, serta jaringan hotel seperti Sheraton, Aloft, dan Harris.

“Jika kami bisa tumbuh cepat dengan dana internal dan tetap membayar dividen, kenapa tidak? Ini adalah soal disiplin dan perencanaan,” tutup Anthony.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *