ICEF-IPFE 2025 Perkuat Ekosistem Pengadaan Nasional, Targetkan UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Kabar17.id, Jakarta – Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) dan Indonesia Procurement Forum & Expo (IPFE) 2025 resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 30 Juli 2025. Acara nasional yang berlangsung hingga 1 Agustus ini menjadi momentum penting dalam mempercepat transformasi digital pengadaan barang/jasa pemerintah, sekaligus mendorong partisipasi aktif pelaku UMKM dalam ekosistem pengadaan nasional.

Melalui tema “Digitalisasi Pengadaan untuk Indonesia Emas: Inovasi, Kolaborasi, dan Keberlanjutan”, ICEF-IPFE 2025 menghadirkan ratusan peserta dari berbagai sektor industri seperti teknologi, kesehatan, konstruksi, alat berat, otomotif, hingga produk furnitur. Sistem Katalog Elektronik Versi 6 (V6) menjadi fokus utama dalam pameran ini sebagai infrastruktur baru yang akan diimplementasikan secara wajib mulai 1 Januari 2025.

Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Hendrar Prihadi, menyampaikan bahwa ICEF-IPFE bukan hanya menjadi pameran, tetapi ruang kolaborasi untuk menjawab tantangan digitalisasi pengadaan. “Ajang ini menjadi ruang solusi bersama untuk memaksimalkan potensi e-katalog sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya dalam pembukaan acara.

Hingga kuartal ketiga 2024, nilai transaksi e-Katalog telah mencapai Rp223,81 triliun, naik signifikan dari tahun sebelumnya yang mencatat Rp196,7 triliun. Peningkatan ini turut didorong oleh makin luasnya jangkauan produk dalam sistem Katalog Elektronik, yang kini telah memuat lebih dari 3,5 juta produk, termasuk hasil migrasi dan kurasi oleh LKPP.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya N. Bakrie, menyebut ICEF sebagai upaya konkret dalam memperkuat industri lokal dan membuka lebih banyak peluang kerja. “Digitalisasi pengadaan akan memperluas partisipasi pelaku usaha nasional, memperbesar investasi, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” jelasnya. Kadin bersama LKPP dan IAPI mendukung penuh transformasi ini.

Selain pameran, ICEF-IPFE 2025 juga menghadirkan berbagai program strategis, seperti business matching, workshop teknis, bimbingan teknis, dan diskusi sektoral. Enam sektor prioritas turut dibedah secara mendalam, antara lain: pangan, hilirisasi industri, pendidikan, kesehatan, teknologi digital, dan jasa konstruksi. Kegiatan ini ditujukan agar peserta tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga mendapatkan pemahaman regulatif dan peluang kemitraan.

Dengan target lebih dari 15.000 pengunjung profesional dan dukungan mitra seperti BRI dan Bank DKI, ICEF-IPFE 2025 diyakini akan menjadi katalis utama digitalisasi pengadaan barang/jasa menuju visi Indonesia Emas 2045. Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha melalui forum ini diharapkan mampu menciptakan proses pengadaan yang efisien, transparan, serta berpihak pada pelaku usaha dalam negeri. (NDR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *