_Melalui 9 cabang olahraga, 2 cabang seni, dan aksi ramah lingkungan, 17 kontingen membawa keberagaman KAI Group dalam satu semangat pelayanan_
PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni Kereta Api atau Porseni Kereta Api 2026 di Yogyakarta, Selasa (14/7). Mengusung tema “Spirit Competition, Power of Sustainability”, kegiatan ini diikuti 1.632 peserta dari 17 kontingen di lingkungan KAI Group.
Para peserta berasal dari berbagai daerah operasi, divisi regional, unit kerja, dan anak perusahaan KAI. Mereka hadir dengan latar wilayah, bidang kerja, serta karakter yang beragam, kemudian bertemu dalam semangat yang sama untuk memperkuat kebersamaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Porseni Kereta Api 2026 mempertandingkan sembilan cabang olahraga, yaitu basket, futsal, sepak bola, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, catur, dan e-sport Mobile Legends. Pada bidang seni, peserta berkompetisi dalam kategori band dan tari tradisional.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, Porseni menjadi ruang bagi para pekerja untuk menyalurkan kemampuan sekaligus membangun energi positif melalui kompetisi yang sehat. Nilai disiplin, kerja sama, kreativitas, sportivitas, dan saling menghargai yang hadir selama pertandingan sejalan dengan karakter kerja insan perkeretaapian.
“Setiap wilayah dan unit kerja memiliki karakter serta tantangan yang berbeda. Namun, seluruh insan KAI Group disatukan oleh tanggung jawab yang sama, yaitu menjaga keselamatan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Porseni menjadi ruang untuk merawat kebersamaan tersebut melalui olahraga dan seni,” ujar Bobby.
KAI Group saat ini didukung oleh kurang lebih 36.053 pekerja. Jumlah tersebut mencakup sekitar 29.585 pekerja KAI Induk dan pekerja yang diperbantukan pada anak perusahaan, serta pekerja pada seluruh anak perusahaan KAI.
Mereka menjalankan beragam tugas, mulai dari operasional perjalanan, pelayanan pelanggan, perawatan sarana dan prasarana, teknologi informasi, logistik, hingga fungsi pendukung perusahaan. Perbedaan bidang kerja tersebut saling melengkapi dalam menjaga kelancaran layanan kereta api di berbagai wilayah Jawa dan Sumatra.
Kontribusi para pekerja tersebut tergambar dari kinerja KAI Group sepanjang Semester I 2026. Pada periode Januari–Juni 2026, KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan, meningkat 7,55 persen dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 240.805.920 pelanggan.
Pada periode yang sama, KAI melayani 32,50 juta ton barang untuk mendukung distribusi komoditas energi, industri, dan logistik nasional. Capaian tersebut didukung oleh peningkatan keselamatan, penguatan kapasitas layanan, digitalisasi, perawatan sarana, serta pengembangan konektivitas antarmoda.
“Di balik perjalanan ratusan juta pelanggan dan distribusi jutaan ton barang terdapat para pekerja dengan peran yang berbeda-beda. Mereka bekerja di stasiun, di atas kereta api, di pusat kendali, di balai yasa, di depo, di jalur, dan di berbagai unit pendukung. Seluruh peran itu saling terhubung dalam satu sistem pelayanan,” kata Bobby.
Menurut Bobby, Porseni menjadi momentum untuk mengapresiasi dedikasi para pekerja sekaligus menjaga kesehatan fisik dan mental. Interaksi antarkontingen juga membuka ruang untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, serta memperkuat kolaborasi lintas wilayah dan unit kerja.
Penyelenggaraan tahun ini menghadirkan pilihan kompetisi yang lebih beragam dibandingkan kegiatan olahraga dan seni kereta api pada 2023. Cabang catur menjadi tambahan dalam bidang olahraga, sedangkan bidang seni diperluas melalui kompetisi band dan tari tradisional.
Keragaman cabang tersebut memberi kesempatan lebih luas bagi pekerja dengan minat dan kemampuan yang berbeda untuk berpartisipasi. Setiap pertandingan dilaksanakan dengan menjunjung aturan, rasa hormat, serta semangat persaudaraan antarkontingen.
“Dalam olahraga dan seni, setiap orang dapat membawa keunggulannya masing-masing. Ketika seluruh kemampuan itu bertemu dalam semangat kebersamaan, tercipta energi yang memperkuat KAI Group sebagai satu keluarga besar,” ujar Bobby.
Sejalan dengan tema kegiatan, semangat keberlanjutan diterapkan melalui kebiasaan yang dijalankan selama rangkaian Porseni. Para peserta didorong membawa tumbler dan menggunakan alat makan guna ulang untuk membantu mengurangi timbulan sampah sekali pakai.
Setiap pekerja juga mengumpulkan satu seragam putih R6 yang sudah tidak digunakan. Seragam tersebut akan diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular dan pengurangan limbah tekstil di lingkungan perusahaan.
Rangkaian kepedulian terhadap lingkungan telah dimulai melalui penanaman 25 pohon produktif di Balai Yasa Yogyakarta pada Senin (13/7). Pohon dengan tinggi rata-rata 2,5 hingga 3 meter tersebut terdiri atas 10 pohon mangga, 2 pohon mundu, 5 pohon duku, 5 pohon nangka, dan 3 pohon sawo beludru.
Secara kumulatif, KAI telah menanam 99.785 pohon sejak 2022 hingga 13 Juli 2026. Sebanyak 4.540 pohon di antaranya ditanam sepanjang 2026 di berbagai wilayah kerja KAI dengan mempertimbangkan kesesuaian jenis tanaman dan kondisi lingkungan setempat.
Program tersebut melengkapi berbagai inisiatif lingkungan yang telah diterapkan KAI pada kegiatan operasional dan pelayanan pelanggan. KAI telah mengoperasikan 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya di 92 lokasi dengan kapasitas terpasang 4.430,65 kilowatt peak dan potensi pengurangan emisi lebih dari 5.000 ton karbon dioksida per tahun.
Sejak 1 Juli 2026, KAI juga mulai mengimplementasikan bahan bakar biodiesel B50 secara bertahap dengan memperhatikan kualitas bahan bakar, kesiapan sarana, keselamatan, dan keandalan operasi.
Digitalisasi pelayanan turut membantu mengurangi penggunaan sumber daya. Sepanjang Semester I 2026, Face Recognition Boarding Gate digunakan oleh 5.555.034 pelanggan KA Jarak Jauh dan mengurangi kebutuhan sekitar 13.888 rol kertas boarding pass, dengan estimasi efisiensi mencapai Rp203,80 juta.
KAI juga menyediakan 124 fasilitas air minum gratis di 58 stasiun untuk mendukung penggunaan tumbler serta membantu mengurangi konsumsi kemasan botol sekali pakai selama perjalanan.
Bobby menjelaskan, keberlanjutan dapat dimulai dari kebijakan operasional perusahaan dan kebiasaan sehari-hari yang dijalankan secara konsisten oleh para pekerja di seluruh wilayah kerja.
“Semangat keberlanjutan perlu hadir dalam cara kami bekerja, menggunakan energi, mengelola material, dan melayani pelanggan. Walaupun bertugas di wilayah dan bidang yang berbeda, seluruh insan KAI Group memiliki peran yang sama penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan,” ujar Bobby.
Bobby mengajak seluruh kontingen berkompetisi dengan menjunjung sportivitas, menjaga keselamatan, serta menghormati setiap peserta. Prestasi menjadi bagian dari pertandingan, sedangkan kebersamaan, disiplin, dan kolaborasi menjadi nilai yang dapat dibawa kembali ke lingkungan kerja.
“Selamat bertanding dan berkarya kepada seluruh peserta. Tunjukkan kemampuan terbaik, bangun persahabatan antarkontingen, dan jadikan keberagaman KAI Group sebagai kekuatan untuk terus melayani masyarakat serta mendukung kemajuan perkeretaapian Indonesia,” tutup Bobby.
