_Sinergi KAI, Pertamina, BPH Migas, dan SKK Migas menjaga kelancaran distribusi energi serta mobilitas masyarakat dan logistik nasional_
Kabar17.id, Energi menjadi salah satu penggerak utama aktivitas masyarakat dan perekonomian. Pasokan bahan bakar yang tersedia dan terdistribusi dengan baik mendukung kelancaran transportasi, kegiatan industri, perdagangan, hingga pelayanan publik di berbagai daerah. Di balik kelancaran tersebut, terdapat sistem distribusi yang bekerja setiap hari untuk memastikan energi tiba di lokasi yang membutuhkan.
Sebagai bagian dari rantai pasok energi nasional, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mendukung distribusi bahan bakar minyak (BBM) melalui layanan angkutan berbasis rel. Moda kereta api memiliki keunggulan dalam mengangkut muatan dalam volume besar secara terjadwal dan konsisten sehingga menjadi salah satu pilihan dalam mendukung distribusi energi ke berbagai wilayah.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KAI melayani pengangkutan BBM sebanyak 1.096.988 ton. Sementara itu, sepanjang tahun 2025 KAI melayani pengangkutan BBM mencapai 2.655.780 ton. Volume tersebut menunjukkan peran kereta api dalam mendukung kelancaran distribusi energi yang menjadi kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa distribusi energi yang andal memiliki pengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Karena itu, KAI terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran distribusi BBM melalui jaringan perkeretaapian nasional.
“Kereta api menjadi salah satu moda yang mendukung distribusi energi dalam jumlah besar secara terjadwal. Melalui kolaborasi yang terjalin dengan berbagai pihak, KAI terus berupaya menjaga kelancaran pasokan BBM sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha dapat berjalan dengan baik,” ujar Anne.
Dalam mendukung distribusi energi nasional, KAI menjalin kerja sama strategis dengan Pertamina Group untuk layanan angkutan BBM. Kolaborasi ini berperan dalam mendukung penyaluran energi ke berbagai wilayah sekaligus memperkuat konektivitas antara pusat pasokan dan daerah tujuan distribusi.
Selain itu, untuk kebutuhan operasional kereta api yang menggunakan BBM subsidi, KAI berkoordinasi dengan BPH Migas dan SKK Migas, dengan pasokan yang didukung oleh PT Pertamina Patra Niaga. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan layanan transportasi kereta api yang setiap hari melayani masyarakat dan sektor logistik nasional.
Berdasarkan data monitoring per 5 Juni 2026, KAI memperoleh kuota BBM subsidi tahun 2026 sebesar 214.342.000 liter. Hingga periode tersebut, realisasi penggunaan mencapai 95.394.629 liter atau 44,51 persen dari total kuota yang tersedia, dengan sisa kuota sebesar 118.947.371 liter.
Dari total penggunaan tersebut, konsumsi terbesar berasal dari operasional kereta api penumpang sebesar 85.220.668 liter, diikuti angkutan peti kemas 7.254.124 liter, angkutan parcel 1.541.672 liter, angkutan semen 1.148.414 liter, serta angkutan klinker 229.751 liter. Data tersebut menunjukkan bahwa dukungan energi berkontribusi terhadap layanan mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik yang menopang berbagai sektor ekonomi.
Pemanfaatan kereta api dalam distribusi energi juga memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi transportasi. Dengan kapasitas angkut yang besar dalam satu perjalanan, distribusi melalui kereta api membantu menjaga kelancaran rantai pasok sekaligus mendukung sistem logistik yang semakin efektif dan berkelanjutan.
“KAI akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pertamina Group, BPH Migas, SKK Migas, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung ketahanan energi nasional. Melalui layanan transportasi yang andal, KAI berkomitmen menjaga kelancaran distribusi energi, mobilitas masyarakat, dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah,” tutup Anne.
