Pangdam Jaya Tekankan Kehadiran TNI di Tengah Persoalan Warga Jakarta

Kabar17.id, Jakarta – Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi menegaskan, TNI harus hadir bukan hanya ketika keamanan Jakarta terganggu. Prajurit dituntut berada lebih dekat dengan masyarakat untuk melihat persoalan secara langsung, memberikan rasa aman, serta membantu mencari solusi atas berbagai kebutuhan warga.

Pesan tersebut disampaikan Deddy saat bertemu sejumlah pimpinan redaksi televisi dan media online dalam kegiatan Coffee Morning bertema “Satu Narasi, Satu Pengabdian: Mengawal Jakarta, Menjaga Indonesia” di Lapangan Tembak Falatehan, Makodam Jaya, Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Menurut Deddy, kehadiran di tengah masyarakat menjadi bagian penting dari pelaksanaan tugas TNI. Karena itu, prajurit tidak cukup hanya menjalankan fungsi pertahanan dan keamanan, tetapi juga perlu memahami kondisi sosial yang berkembang di wilayah tugasnya.

“Intinya adalah kehadiran. TNI harus hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada,” tegasnya.

Deddy mengatakan Kodam Jaya telah menjalankan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Kegiatan tersebut mencakup pembinaan hingga program yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat di lingkungan tempat prajurit bertugas.

“Kegiatan-kegiatan tersebut juga melibatkan masyarakat. Banyak hal penting yang kami lakukan, termasuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan akses dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai pendekatan langsung diperlukan karena Jakarta memiliki karakteristik yang berbeda dengan wilayah lain. Sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan aktivitas politik nasional, Jakarta memiliki dinamika yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat secara luas.

“Jakarta merupakan pusat pemerintahan, pusat ekonomi, sekaligus pusat berbagai kegiatan politik. Karena itu, keberadaan TNI juga memiliki peran yang jelas, terutama dalam membantu masyarakat yang berada di sekitar wilayah kegiatan,” tuturnya.

Perhatian Kodam Jaya juga diarahkan pada persoalan lingkungan. Deddy menyebut sejumlah kegiatan dilakukan untuk mendukung kondisi lingkungan, mulai dari penataan lingkungan hingga pengelolaan air.

“Ada berbagai kegiatan yang kami lakukan, mulai dari penataan lingkungan, pengelolaan air, hingga kegiatan untuk menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.

Bagi Deddy, pembinaan dan pengawasan secara langsung menjadi penting untuk mengetahui kondisi masyarakat secara faktual. Prajurit didorong melakukan pengecekan ke lapangan sehingga potensi persoalan dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.

“Pembinaan menjadi bagian penting. Di berbagai tempat, kami terus melakukan pengawasan, pembinaan, serta pengecekan secara langsung,” jelasnya.

Ia menegaskan, prajurit tidak boleh hanya mengandalkan informasi yang diterima melalui laporan. Dengan turun langsung, kondisi di lapangan dapat dilihat secara lebih jelas dan kebutuhan masyarakat dapat dipahami dengan lebih baik.

“Intinya, pembinaan ini dilakukan untuk melihat apa yang dapat kita lakukan dan apa yang bisa kita berikan kepada masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, pertemuan dengan para pimpinan redaksi juga menjadi momentum memperkuat komunikasi antara TNI dan media. Sinergi tersebut dinilai penting dalam mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat serta membangun kerja sama dalam menjaga Jakarta.

Deddy berharap komunikasi antara TNI, media, pemerintah, dan masyarakat terus diperkuat. Ia menilai tantangan di Jakarta tidak dapat dihadapi oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama berbagai elemen.

“Dengan kerja sama dan sinergi seluruh pihak, berbagai tantangan dapat dihadapi dengan baik. Mudah-mudahan seluruh kegiatan yang kita laksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *