_Pertumbuhan KA Rajabasa menjadi gambaran meningkatnya kebutuhan perjalanan masyarakat lintas Sumatera Selatan–Lampung_
Kabar17.id, Perkembangan kawasan dan aktivitas masyarakat terus membentuk kebutuhan mobilitas baru di berbagai wilayah Indonesia. Di Pulau Sumatra, pertumbuhan aktivitas ekonomi, pendidikan, perdagangan, pariwisata, serta perjalanan harian masyarakat mendorong kebutuhan konektivitas antarwilayah yang semakin terhubung.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus membaca perkembangan tersebut melalui penguatan layanan kereta api di berbagai daerah. Pengembangan konektivitas dilakukan dengan mempertimbangkan pola perjalanan masyarakat, karakter wilayah, serta kebutuhan mobilitas yang terus berkembang.
Salah satu gambaran meningkatnya kebutuhan perjalanan berbasis kereta api di Pulau Sumatra terlihat pada KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang PP. Sepanjang Januari–Juli 2026, KA Rajabasa melayani 534.748 pelanggan, meningkat 32,09% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 404.848 pelanggan.
KA Rajabasa menghubungkan perjalanan masyarakat antara Stasiun Kertapati Palembang, Sumatera Selatan dan Stasiun Tanjungkarang Bandar Lampung, Lampung. Layanan ini menjadi salah satu pilihan perjalanan masyarakat yang menghubungkan dua wilayah dengan beragam aktivitas, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, perdagangan, hingga pariwisata.
Peningkatan kebutuhan perjalanan tersebut menjadi dasar bagi KAI untuk menyesuaikan kapasitas layanan. Mulai Juli 2026, KA Rajabasa menggunakan formasi rangkaian dengan kapasitas lebih besar, dari sebelumnya 530 tempat duduk menjadi 848 tempat duduk. Penyesuaian ini dilakukan untuk mendukung kebutuhan pelanggan pada lintas Sumatera Selatan–Lampung.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 tumbuh 5,61% secara tahunan (year on year). Perkembangan aktivitas ekonomi tersebut berjalan seiring dengan kebutuhan konektivitas antarwilayah yang semakin kuat. BPS melalui publikasi Produk Domestik Regional Bruto Provinsi-Provinsi di Indonesia Menurut Lapangan Usaha 2021–2025 yang dirilis pada 13 April 2026 juga menunjukkan peran berbagai sektor ekonomi daerah, seperti industri pengolahan, pertanian, perdagangan, transportasi, dan pergudangan dalam struktur perekonomian wilayah.
Dengan karakter wilayah yang memiliki beragam aktivitas ekonomi dan sosial, Sumatra membutuhkan konektivitas transportasi yang mampu mendukung pergerakan masyarakat antarwilayah. Penguatan layanan kereta api menjadi salah satu bagian dari upaya menghadirkan akses perjalanan yang semakin terhubung.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan perkembangan KA Rajabasa menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas berbasis kereta api terus tumbuh di berbagai wilayah Indonesia.
“Pertumbuhan KA Rajabasa menunjukkan bahwa kebutuhan perjalanan masyarakat di Sumatra terus berkembang. KAI terus membaca karakter setiap wilayah agar layanan yang diberikan semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Anne.
Menurut Anne, pengembangan konektivitas kereta api dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kawasan dan pola perjalanan masyarakat.
“Kereta api memiliki peran dalam menghubungkan berbagai aktivitas masyarakat. Karena itu, pengembangan layanan dilakukan dengan memahami kebutuhan setiap wilayah dan karakter perjalanan pelanggan,” kata Anne.
Perkembangan mobilitas Sumatra menjadi salah satu gambaran bahwa kebutuhan konektivitas masyarakat terus bergerak mengikuti pertumbuhan kawasan. KAI memandang penguatan layanan kereta api sebagai bagian dari pengembangan ekosistem mobilitas nasional melalui jaringan perjalanan yang semakin terhubung dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
