KAI Layani 1,36 Juta Ton Semen dan Klinker hingga Juli 2026, Perkuat Rantai Pasok Industri dan Infrastruktur

_Angkutan berbasis rel menghubungkan kawasan produksi dengan pusat distribusi dan pelabuhan serta mendukung efisiensi logistik nasional_

Kabar17.id, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat peran transportasi berbasis rel dalam mendukung rantai pasok industri nasional. Sepanjang Januari–Juli 2026, KAI melayani 1.357.524 ton angkutan semen dan klinker. Volume tersebut setara sekitar 19,4% dari total angkutan barang non-batu bara KAI yang mencapai 6.987.150 ton pada periode yang sama. Berdasarkan laporan kinerja KAI, angkutan semen dan klinker tersebut menghasilkan pendapatan sebesar Rp82,51 miliar.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan angkutan semen dan klinker memiliki posisi penting karena berkaitan langsung dengan rantai pasok material untuk konstruksi, pembangunan kawasan, serta berbagai aktivitas ekonomi. Kereta api menyediakan kapasitas pengiriman dalam jumlah besar dan terjadwal sehingga dapat membantu industri menjaga kesinambungan distribusi dari kawasan produksi menuju titik pengolahan maupun distribusi.

“Semen dan klinker merupakan bagian penting dari rantai pasok pembangunan. Melalui kereta api, volume besar dapat dikirim secara terjadwal dan terintegrasi sehingga arus logistik industri dapat berlangsung lebih efisien serta memberikan kepastian bagi pelanggan,” ujar Anne.

Salah satu pelanggan yang memanfaatkan layanan kereta api adalah PT Semen Baturaja. Hingga Juli 2026, volume yang dilayani KAI untuk perusahaan tersebut tercatat 153.734 ton. Pabrik utamanya berada di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan. Dalam proses produksinya, klinker dari Baturaja antara lain dikirim menggunakan kereta api menuju Cement Mill di Palembang, sementara semen curah juga didistribusikan menggunakan gerbong kereta kapsul. Penggunaan kereta api telah menjadi bagian dari jaringan distribusi Semen Baturaja yang menghubungkan Baturaja dengan sejumlah titik di Sumatra Selatan dan Lampung.

Di Sumatra Barat, KAI juga mendukung rantai pasok PT Semen Padang. Realisasi angkutan klinker Semen Padang pada Januari–Juli 2026 tercatat 200.950 ton. Layanan angkutan semen dan klinker di wilayah tersebut beroperasi pada relasi Indarung–Bukit Putus, yang terhubung dengan aktivitas distribusi menuju kawasan Pelabuhan Teluk Bayur. Peran rel tersebut strategis karena menghubungkan kawasan industri Indarung dengan akses pelabuhan dan mendukung pergerakan produk Semen Padang menuju pasar domestik maupun rantai distribusi ekspor.

Pemanfaatan kereta api untuk komoditas dengan volume besar memberikan manfaat pada sistem logistik secara lebih luas. Kapasitas rangkaian memungkinkan pengiriman dalam jumlah besar pada satu perjalanan, membantu mengurangi kebutuhan pergerakan kendaraan berat di jalan raya, menjaga ketepatan aliran barang antartitik produksi dan distribusi, sekaligus membuka ruang bagi sistem transportasi barang yang lebih efisien dan rendah emisi. Pada lintas Indarung, misalnya, layanan KA barang menjadi penghubung langsung antara kawasan produksi dan fasilitas distribusi menuju pelabuhan.

KAI melihat integrasi antara kawasan industri, jaringan kereta api, pusat distribusi, dan pelabuhan sebagai salah satu arah penting penguatan bisnis logistik. Hingga 31 Juli 2026, keseluruhan angkutan barang non-batu bara KAI mencapai 6,99 juta ton, atau 102,3% terhadap program kumulatif sebesar 6,83 juta ton. Capaian tersebut menunjukkan adanya kebutuhan industri terhadap layanan logistik berbasis rel yang mampu menangani volume besar secara konsisten.

“KAI akan terus membangun kolaborasi dengan pelaku industri agar jaringan rel semakin produktif bagi perekonomian. Ketika kawasan produksi dapat terhubung secara efisien dengan pusat distribusi dan pelabuhan, manfaatnya menjangkau lebih luas: rantai pasok menjadi lebih kuat, jalan raya lebih optimal, dan produk nasional semakin kompetitif,” tutup Anne.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *