KA Putri Deli Layani 970 Ribu Pelanggan, Perkuat Mobilitas Pesisir Timur Sumut

Kereta Api (KA) Putri Deli mengukuhkan posisinya sebagai moda transportasi rel utama pilihan masyarakat Sumatera Utara. Sepanjang periode Januari hingga September 2026, layanan kereta api kelas ekonomi ini mencatatkan volume 970.762 pelanggan.

Capaian tersebut menjadikan KA Putri Deli sebagai rangkaian kereta api dengan kontribusi penumpang terbesar di wilayah Sumatera Utara. Dari total 2.061.785 pelanggan yang dilayani PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara pada periode sembilan bulan tersebut, sekitar 47 persen atau 970.762 penumpang merupakan pengguna jasa KA Putri Deli.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan tingginya angka perjalanan KA Putri Deli mencerminkan besarnya kebutuhan mobilitas masyarakat antarkota terhadap moda transportasi berbasis rel.

“Pertumbuhan jumlah pelanggan menunjukkan bahwa layanan kereta api sangat dibutuhkan masyarakat untuk mendukung mobilitas antarkota. Karena itu, KAI Divre I Sumut terus mengevaluasi pola perjalanan dan kebutuhan pelanggan agar layanan dapat sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Anwar.

Jalur koridor Medan–Tanjungbalai sejatinya memiliki rekam sejarah panjang. Sebelum beroperasinya KA Putri Deli, relasi Stasiun Medan menuju Stasiun Tanjungbalai telah dilayani oleh KA Putri Hijau yang diresmikan sejak 3 April 1972, serta KA Lancang Kuning yang beroperasi sejak dekade 1970-an dengan rangkaian kelas ekonomi.

Selanjutnya pada tahun 2002, juga pernah dioperasikan KA Putri Ungu yang menggunakan rangkaian kelas Bisnis. Pada tahun 2008, ketiga layanan kereta api tersebut dilebur menjadi satu layanan melalui KA Putri Deli.

Pada awal pengoperasiannya, KA Putri Deli membawa rangkaian tujuh kereta yang terdiri atas enam kereta penumpang dan satu kereta pembangkit. Tarif perjalanan saat itu dipatok sebesar Rp15.000 berkat skema subsidi Public Service Obligation (PSO) dari pemerintah.

Saat ini, KA Putri Deli dioperasikan dalam enam perjalanan setiap harinya yang terbagi atas tiga keberangkatan dari Stasiun Medan dan tiga keberangkatan dari Stasiun Tanjungbalai. Kereta ini melayani perjalanan lintas pesisir timur sepanjang 175 kilometer dengan tarif sangat terjangkau, yakni Rp24.000 untuk jarak terdekat dan Rp27.000 untuk jarak terjauh.

Dalam durasi tempuh sekitar empat jam perjalanan sekali jalan, KA Putri Deli singgah di 16 stasiun yang dilalui. Beberapa stasiun tersebut di antaranya meliputi Stasiun Lubuk Pakam, Rampah, Tebing Tinggi, Lima Puluh, hingga Kisaran sebelum mengakhiri perjalanan di Tanjungbalai.

“Tiap tahun, ratusan ribu hingga jutaan orang bergerak melakukan mobilitas dengan berbagai keperluan menggunakan KA Putri Deli, menunjukkan peran vital KA tersebut bagi masyarakat Sumatera Utara. Oleh karena itu, KAI Divre I Sumut berkomitmen menjaga keselamatan serta keandalan operasional agar perjalanan masyarakat senantiasa berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu,” pungkas Anwar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *