Kabar17.id, Jakarta – Indonesia menyiapkan langkah strategis untuk memperluas pengaruh ekonomi halal global dengan membidik pasar gabungan lebih dari 1,2 miliar jiwa negara anggota Developing-8 (D-8) melalui penyelenggaraan D-8 Halal Expo Indonesia 2026. Ajang ini diproyeksikan menjadi platform utama kolaborasi bisnis, investasi, dan diplomasi ekonomi halal antarnegara berkembang.
D-8 Halal Expo Indonesia 2026 akan diselenggarakan pada April 2026 di Senayan Tennis Indoor, Jakarta, dan menjadi side event resmi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 2026. Penyelenggaraan expo ini sekaligus menegaskan peran Indonesia sebagai Ketua D-8 dalam mendorong agenda ekonomi halal sebagai kerja sama konkret yang berdampak langsung bagi negara-negara anggota.
Peluncuran D-8 Halal Expo Indonesia 2026 digelar melalui konferensi pers di Jakarta, Selasa (14/1), dan dihadiri oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri RI, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), dunia usaha, serta pemangku kepentingan ekonomi halal nasional dan internasional. Momentum ini menandai transformasi Halal Expo Indonesia dari pameran berskala nasional menjadi platform kolaborasi halal internasional di bawah kerangka kerja sama D-8.
Direktur Sosial Budaya dan Kemitraan Strategis Kementerian Luar Negeri RI, Ary Aprianto, yang hadir mewakili Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Dubes Tri Tharyat, menyampaikan bahwa ekonomi halal kini berkembang menjadi kekuatan strategis global. Tidak hanya merepresentasikan nilai keagamaan, ekonomi halal juga berperan sebagai instrumen diplomasi ekonomi, perdagangan internasional, dan pembangunan berkelanjutan.
“Melalui D-8 Halal Expo Indonesia 2026, Indonesia mendorong penguatan kerja sama ekonomi halal antarnegara anggota D-8 sebagai upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Ary di Jakarta. Rabu, (14/1/2026).
Ia menambahkan, di tengah fragmentasi perdagangan global, dinamika geopolitik, serta gangguan rantai pasok energi dan pangan, kerja sama ekonomi halal dinilai mampu menjadi jangkar stabilitas ekonomi bagi negara-negara berkembang. Dengan pasar gabungan D-8 yang sangat besar, kolaborasi ekonomi halal memiliki potensi signifikan untuk memperkuat integrasi perdagangan intra-D-8.
Dari sisi pengembangan ekosistem syariah nasional, Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS Putu Rahwidiyasa menegaskan bahwa penyelenggaraan D-8 Halal Expo Indonesia 2026 sejalan dengan arahan Presiden RI selaku Ketua KNEKS. Dalam KTT D-8 di Mesir, Presiden menekankan pentingnya penguatan jaringan ekonomi halal antarnegara D-8 guna membangun rantai nilai halal yang terintegrasi.
“Expo ini menjadi langkah awal bagi Indonesia untuk memfasilitasi pelaku usaha membangun jaringan ekonomi halal global, menarik investasi langsung ke dalam negeri, serta memperkuat rantai nilai halal nasional yang terhubung dengan pasar internasional,” jelas Putu di lokasi yang sama.
Dukungan juga datang dari dunia usaha. Ketua Komite Tetap ICCD dan D-8 KADIN, Mohamad Bawazeer, menilai D-8 Halal Expo Indonesia 2026 sebagai peluang strategis bagi pengusaha Indonesia dan kawasan untuk memperluas kemitraan bisnis lintas negara.
Menurutnya, bagi pengusaha Indonesia, expo ini membuka akses langsung ke pasar D-8 yang luas, sementara bagi pengusaha negara anggota lainnya, Indonesia menjadi mitra strategis dalam penyediaan produk halal bagi kebutuhan pasar global melalui kolaborasi business to business.
D-8 Halal Expo Indonesia 2026 akan melibatkan pelaku usaha dari berbagai sektor strategis, mulai dari industri pangan halal, kosmetik, farmasi, jasa manufaktur, teknologi digital, logistik, keuangan syariah, hingga pariwisata ramah Muslim. Kehadiran paviliun negara dan lembaga perdagangan internasional diharapkan memperkuat peran expo sebagai hub dialog ekonomi halal global.
Dari sisi penyelenggaraan, CEO SkyConnection Aryo Wibisono menjelaskan bahwa D-8 Halal Expo Indonesia 2026 dirancang dengan pendekatan ekosistem halal end-to-end dan fokus pada output bisnis yang terukur.
“Kami merancang expo ini dengan business matching yang ketat dan terkurasi, sehingga setiap pertemuan diharapkan menghasilkan kesepakatan bisnis konkret yang berdampak nyata bagi stabilitas ekonomi negara-negara anggota D-8,” ujar Aryo di lokasi yang sama.
Berbeda dengan pameran halal pada umumnya, D-8 Halal Expo Indonesia 2026 memiliki sejumlah keunggulan strategis, antara lain skala internasional kerja sama D-8, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, kehadiran buyer terkurasi, serta target capaian berupa Letter of Intent (LoI), Memorandum of Understanding (MoU), dan potensi nilai perdagangan serta investasi.
Melalui penyelenggaraan D-8 Halal Expo Indonesia 2026, Indonesia menegaskan posisinya sebagai penghubung strategis ekonomi halal global dan pusat kolaborasi negara-negara D-8, sejalan dengan visi Keketuaan Indonesia D-8: Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity and Cooperation for Shared Prosperity.
