Kabar17.id, Jakarta – Indonesia kembali ambil bagian dalam Mega Show Hong Kong 2025, salah satu ajang pameran internasional terbesar yang mempertemukan ribuan pelaku usaha, asosiasi, dan pembeli global. Partisipasi Indonesia tahun ini diharapkan semakin memperkuat posisi UKM dan industri kreatif tanah air di kancah internasional.
Mega Show 2025 akan menghadirkan lebih dari 3.000 peserta pameran dari 25 negara dengan menampilkan 300.000 produk inovatif. Pameran ini terbagi dalam dua batch di Hong Kong Convention and Exhibition Centre: Batch 1 pada 20–23 Oktober, dan Batch 2 pada 27–29 Oktober 2025.
General Manager Comasia Limited, Javeed Khan, menekankan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam pameran ini. “Kolaborasi dengan Indonesia selalu memberikan nilai tambah. Tahun ini kami berharap lebih banyak UKM bisa menembus pasar ekspor melalui Mega Show,” ungkapnya di Shangri La, Jakarta Pusat. Senin, (25/08/2025).
Hal senada disampaikan Project Director Deka Event Indonesia, Agi Widiawan Kadar. Ia menegaskan bahwa pihaknya mewakili Indonesia untuk mendorong partisipasi dari berbagai sektor. “Peran kami adalah mempromosikan Mega Show kepada calon peserta dari Indonesia, baik perusahaan swasta, asosiasi, kementerian, maupun lembaga nasional dan provinsi yang bisa mendukung UKM berpartisipasi,” ujarnya di lokasi yang sama.
Agi juga menyoroti keunikan produk Indonesia. Menurutnya, Indonesia tidak hanya hadir dengan produk premium, tetapi juga menawarkan karya otentik bernilai budaya. “Kami ingin menampilkan keunikan produk Indonesia yang membedakan dengan peserta lain, sekaligus menegaskan identitas kita di pasar global,” tuturnya.
Assistant Project Director Deka Event Indonesia, Rachel Kurniawan, menjelaskan sejumlah fasilitas yang ditawarkan kepada pembeli internasional. Salah satunya adalah paket akomodasi gratis hingga 4 hari 3 malam di hotel berbintang lima, atau subsidi tunai senilai lebih dari Rp5 juta. “Fasilitas ini berlaku bagi buyer internasional, termasuk dari Indonesia. Tujuannya untuk memberikan pengalaman sourcing yang lebih nyaman dan menarik lebih banyak partisipasi,” kata Rachel di lokasi yang sama.
Rachel menerangkan bahwa prosesnya dibuat sederhana. Pembeli hanya perlu menyerahkan kartu nama dan mengisi registrasi daring untuk mendapatkan konfirmasi. “Tidak ada biaya masuk atau tiket. Semua gratis, asalkan produk yang dicari sesuai dengan kategori yang ditampilkan di Mega Show,” katanya.
Rachel juga menegaskan bahwa strategi promosi tidak lagi hanya mengandalkan billboard atau media konvensional, melainkan dengan memberikan insentif langsung kepada pembeli. “Ini salah satu alasan mengapa banyak buyer dari berbagai negara tertarik hadir. Mereka melihat nilai nyata yang ditawarkan Mega Show,” ujarnya.
Terkait format pameran yang terbagi menjadi dua batch, Rachel menjelaskan bahwa keputusan itu diambil karena tingginya jumlah peserta. “Awalnya hanya satu batch, tetapi karena banyaknya exhibitor yang ingin ikut serta, gedung tidak lagi cukup. Maka dibuat dua bagian dengan selisih waktu hanya satu minggu,” ujarnya.
Dengan partisipasi aktif dari Indonesia, ditambah dukungan fasilitas dan peluang kolaborasi yang luas, Mega Show 2025 diharapkan menjadi momentum penting bagi produk nasional untuk menembus pasar global dan memperkuat posisi Indonesia di peta perdagangan internasional.
