Kabar17.id, Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Jumat (13/12/2024) menerima tim Taekwondo Garuda Bhayangkara Presisi Polri yang baru saja mengikuti di Asian Police Championship Open 2024 di Quang Ninh Vietnam 6 – 9 Desember 2024.
Komjen Pol Dedi memberi selamat atas capaian tim Taekwondo Garbha Presisi yang berhasil menjadi juara umum ke 2 di kejuaraan yang diikuti Lembaga kepolisian dari 19 negara.
“Sejak awal saya sudah yakin, kalian mampu berbuat yang terbaik dan maksimal untuk membawa nama baik Polri dan mengharumkan nama bangsa,” ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Dalam kejuaraan ini, tim Taekwondo Garbha Presisi membawa pulang 16 medali emas, 7 perak dan 5 medali perunggu.
Kejuaraan Taekwondo Vietnam terbuka diikuti atlet-atlet tangguh dari 19 negara diantaranya dari Kanada, China Taipei, India, Korea, Monggolia, Oman, Singapore, Tunisia, Vietnam, Sri Lanka, Filipina, Nepal, Malaysia, Iran, Hongkong, Kamboja, China dan Bangladesh.
Para atlet yang berprestasi akan mendapat penghargaan dari Polri. Polri sendiri memang membuka ruang dan kesempatan bagi anggota Polri yang berprestasi di bidang olahraga melalui Komite Olahraga Polri (KOP) yang diresmikan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo pada kegiatan Rakernis SDM Polri bulan Mei lalu.
Komjen Polri Dedi yang juga ketua harian KOP menambahkan bahwa KOP berkomitmen mengembangkan dan meningkatkan prestasi atlet Polri.
“KOP juga memberikan penghargaan kepada para atlet Polri yang berprestasi. Semakin meningkatnya dukungan publik terhadap Polri melalui prestasi olahraga ini menjadi modal penting dalam menjalankan tugas pokok Polri, yaitu melayani dan melindungi masyarakat dengan penuh integritas dan profesionalisme. Prestasi kalian menjadi motivasi juga bagi atlet-atlet Polri dalam cabang olahraga yang lain,” imbuh Irjen Pol Dedi Prasetyo.
Berikut nama-nama atlet Taekwondo Garbha Presisi di Asian Police Championship Open 2024 Vietnam:
NO
NAMA
POLDA
PEROLEHAN
Kategori Kyorugi
Bripda Salim Azhar
Polda Jabar
Medali Emas
Bripda Petrus Krisna Putra Suarlembit
Polda Metro Jaya
Medali Emas
Bripda Hilmy Rizky Pradana
Polda Metro Jaya
Emas dan Medali Perunggu
Bripda Yudhistira Salwa Negara
Polda Jambi
Medali Emas dan Medali Perunggu
Bripda Inggrid Maria Rezekina B
Polda Sumut
Medali Emas dan Medali Perak
Bripda Dhiva Rahmani Sonjaya
Polda Jawa Barat
Medali Perak
Bripda Miftahul Jannah Setianingrum
Polda Metro Jaya
Medali Perak
Bripda Shaleha Fitriyana Yusuf
Polda Jawa Tengah
Medali Perak dan Medali Perunggu
Bripda Jihan Amira Mutia Azzahra
Polda Jawa Tengah
Medali Perak
Bripda Ifah Alfanita
Polda D.I.Y.
Medali Perak
Bripda Sekar Embun Widianingrum
Polda Bangka Belitung
Medali Perak
Bripda Ikja Artina Wekadir
Polda Maluku Utara
Medali Perunggu
Kategori Poomsae
Bripda Gabriel Simorangkir
Polda Kalimantan Timur
3 Medali Emas
Bripda Muhammad Rizky Prasetya
Polda Lampung
3 Medali Emas
Bripda Ihya Ainizahhra
Polda Kalimantan Selatan
2 Medali Emas
Bripda Rizky Irma Suryani, S.H.
Polda Sulawesi Tenggara
Medali Emas dan 1 Perak
Bripda Johansen Vizenso Angtolis
Sulawesi Tengah
2 Medali Emas dan 1 Perunggu
Tim Taekwondo Garbha Presisi sebelum di Vietnam juga mencatat prestasi di kejuaraan Taekwondo Malaysia International Championship 2024 yang berlangsung tanggal 2-5 Agustus 2024.
Kejuaraan ini diikuti total peserta berjumlah 2.164 dari Australia, China, India, Nepal, Malaysia, Thailand, Indonesia, Jepang, Singapura, Korea, Pakistan, Cina Taipe dan Kamboja dengan Total peserta 2.164 atlet.
Tim Taekwondo Garbha Presisi predikat meraih juara Umum 1 kategori Pomsae, juara umum 2 kategori Kyorugi serta menjadi tim terbaik dengan perolehan medali 14 Emas, 5 Perak, dan 5 Perunggu.
Dari Malaysia, Tim Taekwondo Garbha Presisi mengikuti Heroes Taekwondo International Championship di Bangkok, Thailand tanggal 11 dan 12 Agustus 2024.
Di kejuaraan yang diikuti 2.500 atlet dari 40 negara, tim Taekwondo Garbha Presisi meraih 6 medali emas, 8 Perak, dan 8 Perunggu.
[14/12, 15.32] ruslanbasuki: Asosiasi LBH Apresiasi Kinerja Polri dalam Penanganan Kasus IWAS, Harap Perlindungan bagi Korban Tindak Kekerasan Seksual Terus Ditingkatkan
Jakarta, 13 Desember 2024 — Pengurus Asosiasi LBH APIK Indonesia, Ratna Batara Munti memberikan apresiasi atas langkah cepat yang diambil oleh Polri dalam menangani kasus kekerasan seksual yang melibatkan IWAS, yang baru-baru ini menjadi viral karena banyaknya korban. Dalam pernyataan yang disampaikan, Ratna menyebutkan bahwa percepatan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam proses penyidikan dan penyelidikan menunjukkan komitmen Polri untuk menangani kasus kekerasan seksual dengan serius.
“Kami mengapresiasi kinerja Polri yang telah bekerja cepat dalam menangani kasus Agus. Proses penyelidikan yang dilakukan tidak memakan waktu lama, bahkan tersangka sudah ditetapkan dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini tentunya memberi harapan kepada para korban bahwa kasus kekerasan seksual dapat diproses secara cepat dan adil,” ujar Ratna dalam acara diskusi di auditorium gedung Bareskrim Polri.
Ratna juga menyatakan bahwa pihaknya berharap agar hak-hak korban, yang sudah berani melapor, dapat sepenuhnya dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Selain itu, Ratna menyoroti pentingnya perhatian khusus terhadap tersangka yang merupakan individu dengan disabilitas. Menurutnya, penanganan terhadap tersangka disabilitas harus tetap mengacu pada Undang-Undang terkait, agar hak-hak tersangka juga tetap dihormati, sambil memastikan proses hukum tetap berjalan.
“Walaupun tersangka berasal dari kelompok disabilitas, kami berharap agar penanganannya dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang disabilitas yang ada. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap individu, baik korban maupun tersangka, mendapat perlakuan yang sesuai dengan hak-haknya,” lanjut Ratna.
Ratna juga menyoroti pentingnya pembentukan Direktorat baru di Polri, yaitu Direktorat Tindak Pidana Kekerasan Seksual, yang diharapkan bisa mempercepat penanganan kasus-kasus serupa di masa depan. Ia mengungkapkan bahwa meskipun sudah ada upaya penanganan, di lapangan masih banyak ditemui kelambanan dalam proses hukum terhadap kasus kekerasan seksual, yang sering kali membuat korban merasa terabaikan.
“Kami berharap dengan adanya Direktorat baru ini, penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat lebih cepat dan efisien. Harus ada kemajuan yang nyata dalam sistem penanganan kasus kekerasan seksual, agar korban bisa mendapatkan keadilan tanpa harus menunggu terlalu lama,” tegas Ratna.
Ratna juga mengingatkan pentingnya perspektif baru di tubuh Polri, khususnya di Direktorat PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) dan PPO (Pelayanan dan Pengaduan Online), untuk terus fokus dalam memberikan pelayanan terbaik bagi korban kekerasan seksual di Indonesia. “Kami berharap Polri, khususnya Direktorat baru ini, terus membangun perspektif yang lebih sensitif terhadap masalah kekerasan seksual dan memberikan pelayanan yang optimal untuk korban di masa yang akan datang,” tutup Ratna.
