Kabar17.id, Jakarta – Semakin banyak masyarakat mengandalkan LRT Jabodebek sebagai moda transportasi untuk beraktivitas setiap hari. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat yang kian dinamis, LRT Jabodebek menjadi pilihan karena menawarkan kepastian waktu tempuh, terhindar dari kemacetan, serta terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya.
Tren tersebut tercermin dari pertumbuhan jumlah pengguna LRT Jabodebek sepanjang Semester 1 tahun 2026. Selama Januari hingga Juni 2026, LRT Jabodebek melayani 16.018.911 pengguna, meningkat 2.978.508 pengguna atau sekitar 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 13.040.403 pengguna.
Peningkatan juga terlihat pada pola penggunaan harian. Sepanjang Semester 1 tahun 2026, LRT Jabodebek melayani rata-rata 115.095 pengguna setiap hari kerja _(weekday),_ meningkat sekitar 22 persen dibandingkan rata-rata Semester 1 tahun 2025 yang mencapai 94.553 pengguna per hari.
Sementara itu, pada akhir pekan _(weekend),_ rata-rata pengguna meningkat dari 40.436 pengguna pada Semester 1 tahun 2025 menjadi 45.516 pengguna pada Semester 1 tahun 2026.
Khusus pada Juni 2026, jumlah pengguna mencapai 2.807.055 orang, dengan rata-rata 115.106 pengguna pada hari kerja dan 50.494 pengguna pada akhir pekan. Tingginya jumlah pengguna pada hari kerja menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin dimanfaatkan sebagai moda transportasi utama untuk mendukung mobilitas rutin masyarakat, mulai dari bekerja, menempuh pendidikan, hingga berbagai aktivitas lainnya.
Data perjalanan juga memperlihatkan pola mobilitas masyarakat yang semakin kuat antara kawasan permukiman dan pusat-pusat aktivitas di Jakarta. Pada Juni 2026, Stasiun Dukuh Atas menjadi stasiun dengan volume pengguna tertinggi, diikuti Harjamukti, Kuningan, Cikoko, dan Pancoran. Tingginya aktivitas di stasiun-stasiun tersebut menunjukkan peran LRT Jabodebek dalam menghubungkan kawasan hunian di wilayah penyangga dengan kawasan bisnis, perkantoran, serta pusat layanan di ibu kota.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan pertumbuhan jumlah pengguna menunjukkan bahwa transportasi publik semakin menjadi bagian dari kebutuhan mobilitas masyarakat dalam beraktivitas.
“Lebih dari 115 ribu masyarakat menggunakan LRT Jabodebek setiap hari kerja. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang memilih transportasi publik karena menawarkan perjalanan yang lebih pasti, bebas dari kemacetan, dan terintegrasi dengan moda transportasi lain sehingga perjalanan menjadi lebih efisien,” ujarnya.
Ditambahkannya, peningkatan tersebut didukung oleh berbagai upaya peningkatan layanan yang terus dilakukan LRT Jabodebek untuk mengikuti kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.
“KAI terus melakukan penyesuaian layanan melalui optimalisasi frekuensi perjalanan, khususnya pada jam sibuk, menjaga keandalan operasional agar perjalanan tetap tepat waktu. Langkah ini dilakukan agar masyarakat memiliki lebih pilihan untuk perjalanan yang nyaman, efisien, dan dapat diandalkan untuk aktivitas sehari-hari,” tambahnya.
Keandalan layanan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik. Dengan waktu perjalanan yang lebih terprediksi, masyarakat dapat merencanakan aktivitas secara lebih baik, mengurangi ketidakpastian akibat kemacetan, serta menikmati perjalanan yang lebih nyaman.
Selain memberikan manfaat bagi pengguna, meningkatnya penggunaan LRT Jabodebek juga mendukung upaya mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi. Semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan transportasi publik berarti semakin besar pula kontribusi terhadap terciptanya sistem transportasi perkotaan yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.
KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan LRT Jabodebek, baik dari sisi operasional, fasilitas, maupun layanan integrasi antarmoda, sehingga semakin banyak masyarakat dapat menjadikan transportasi publik sebagai pilihan utama dalam mendukung mobilitas sehari-hari.
