_Eksekutif dan ekonomi premium menjadi pilihan nyaman untuk menjangkau kota pendidikan, wisata sejarah, kuliner, UMKM, hingga pusat ekonomi di lintas tengah Jawa_
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat KA Kertanegara relasi Malang–Purwokerto pp semakin diminati pelanggan. Sepanjang Januari–Mei 2026, KA Kertanegara melayani 168.085 pelanggan, naik 5,29 persen dibanding periode yang sama pada 2025 sebanyak 159.637 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan KA Kertanegara memiliki peran penting dalam menghubungkan masyarakat di Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Tengah melalui lintas tengah Jawa.
“KA Kertanegara memberi pelanggan pilihan perjalanan yang nyaman untuk menjangkau Malang, Blitar, Kediri, Madiun, Solo, Yogyakarta, Kebumen, hingga Purwokerto. Relasi ini relevan bagi keluarga, pelajar, mahasiswa, pekerja, pelaku usaha, dan wisatawan yang membutuhkan transportasi terjadwal serta terhubung antarwilayah,” ujar Anne.
Kenaikan pelanggan KA Kertanegara terlihat cukup kuat pada sejumlah bulan. Pada Maret 2026, KA Kertanegara melayani 41.282 pelanggan, meningkat 65,94 persen dibanding Maret 2025 sebanyak 24.877 pelanggan. Pada Mei 2026, jumlah pelanggan juga naik menjadi 35.807 pelanggan dari Mei 2025 sebanyak 31.811 pelanggan.
KA Kertanegara mulai beroperasi pada 10 Maret 2021. Nama Kertanegara terinspirasi dari Raja Kertanagara, raja terakhir Kerajaan Singasari yang memerintah sekitar tahun 1268–1292. Pemilihan nama tersebut memberi kedekatan historis dengan Malang Raya, sekaligus menghadirkan identitas perjalanan yang kuat pada lintas Malang–Purwokerto.
Layanan ini menyediakan kelas eksekutif dan ekonomi premium, sehingga pelanggan dapat memilih pengalaman perjalanan sesuai kebutuhan, mulai dari perjalanan keluarga, agenda pekerjaan, kunjungan pendidikan, hingga wisata akhir pekan.
Rangkaian perjalanan KA Kertanegara juga memberi banyak pilihan titik naik dan turun. Dari sisi Malang Raya, pelanggan dapat mengakses Stasiun Malang, Malang Kotalama, dan Kepanjen yang dekat dengan kawasan pendidikan, kuliner, layanan publik, serta destinasi wisata keluarga. Setelah itu, perjalanan berlanjut ke Wlingi, Blitar, Tulungagung, Kediri, Kertosono, Nganjuk, Caruban, dan Madiun yang memiliki aktivitas masyarakat, perdagangan, pendidikan, serta potensi wisata sejarah dan kuliner lokal.
Memasuki Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, KA Kertanegara berhenti di Sragen, Solo Balapan, Klaten, dan Yogyakarta. Rangkaian stasiun ini membuka akses menuju kawasan budaya, sentra batik, pusat kuliner, kampus, ruang kreatif, dan destinasi wisata keluarga yang menjadi daya tarik bagi pelanggan dari berbagai daerah.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Kutoarjo, Kebumen, Kroya, hingga Purwokerto. Titik-titik pemberhentian tersebut memperluas akses pelanggan menuju wilayah Purworejo, Kebumen, Cilacap, Banyumas, serta kawasan wisata alam dan kuliner di sekitarnya. Dengan pola perjalanan tersebut, KA Kertanegara menjadi penghubung antarkota yang membantu masyarakat menjangkau banyak kepentingan dalam satu lintas perjalanan.
Anne mengatakan, keberadaan KA Kertanegara juga memberi manfaat bagi ekonomi lokal. Pelanggan yang turun di berbagai stasiun pemberhentian berpotensi menggerakkan aktivitas transportasi lanjutan, kuliner, penginapan, UMKM, destinasi wisata, serta layanan masyarakat di sekitar stasiun.
“Setiap stasiun pemberhentian memiliki cerita dan manfaat bagi daerahnya. Ada pelanggan yang menuju kampus, bertemu keluarga, bekerja, berwisata, atau menjalankan usaha. KAI ingin perjalanan dengan KA Kertanegara terasa menyenangkan sejak berangkat, nyaman selama di perjalanan, dan memberi nilai bagi kota-kota yang dilalui,” kata Anne.
KAI mengajak pelanggan merencanakan perjalanan lebih awal, terutama pada akhir pekan dan masa liburan sekolah. Informasi jadwal, tarif, dan ketersediaan tempat duduk KA Kertanegara dapat dicek secara berkala melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, serta kanal penjualan resmi lainnya.
“Melalui KA Kertanegara, perjalanan Malang–Purwokerto dapat dinikmati dengan lebih santai, aman, dan terjadwal. Kami berharap layanan ini terus menjadi pilihan masyarakat untuk menjelajahi lintas tengah Jawa,” tutup Anne.
