Kabar17.id, Jakarta – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta menjadi momentum krusial bagi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Dipercaya sebagai tuan rumah perhelatan akbar Jakarnaval 2026, Ancol membawa misi strategis untuk mengangkat Kekayaan Intelektual (Intellectual Property/IP) karya anak bangsa agar mampu bersaing di panggung internasional pada Sabtu (20/6/2026).
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemprov DKI Jakarta atas sinergi dalam gelaran tahunan ini. Baginya, Jakarnaval bukan sekadar pawai hiburan, melainkan panggung nyata yang sejalan dengan visi transformasi Ancol saat ini: dari sekadar taman rekreasi menjadi episentrum kreativitas dan ekspresi budaya nasional.
“Ancol tengah berada dalam fase transformasi. Kami memiliki visi menjadikan kawasan ini sebagai etalase utama Jakarta, bahkan Indonesia. Dengan menghadirkan program-program yang relevan dengan denyut nadi masyarakat, kami sangat optimistis Ancol akan terus melesat maju,” tutur Syahmudrian di Ancol, Jakarta Utara. Sabtu, (20/06/2026).
Dalam pergelaran Jakarnaval 2026, Ancol secara khusus memberikan porsi besar bagi unjuk gigi berbagai karya kreatif lokal. Langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem industri kreatif yang inklusif. Syahmudrian meyakini, Indonesia memiliki segudang karya inovatif yang layak mendapat sorotan dunia. Jakarnaval pun didapuk sebagai katalisator untuk memperkenalkan potensi tersebut ke khalayak yang lebih luas.
Di luar misi pemberdayaan industri kreatif, Ancol juga tengah mengubah paradigma bisnisnya. Saat ini, fokus utama pengembangan kawasan wisata tak lagi sekadar pada wahana atau atraksi fisik, melainkan pada penciptaan customer experience (pengalaman pengunjung) yang mendalam.
“Yang kami tawarkan kini adalah pengalaman dan memori. Saat seseorang menjejakkan kaki di Ancol bersama keluarga atau orang terkasih, kami memastikan mereka pulang dengan membawa kenangan manis dan perasaan bahagia yang membekas,” ujarnya.
Melalui inovasi yang berkelanjutan dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, Ancol mematok target ambisius untuk naik kelas di industri pariwisata.
“Visi kami ke depan sangat jelas. Ancol tidak boleh hanya berpuas diri sebagai primadona wisata domestik. Kami tengah membangun fondasi agar destinasi ini memiliki daya pikat dan daya saing di level internasional,” pungkas Syahmudrian.
Langkah taktis perseroan ini diyakini tidak hanya sekadar mendongkrak visibilitas jenama lokal, melainkan juga berpotensi menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang signifikan bagi perekonomian daerah. Keterlibatan masif para pelaku industri kreatif dalam ekosistem sebesar Ancol diharapkan mampu memacu volume transaksi komersial selama perhelatan berlangsung, membuka keran kolaborasi bisnis antarsektor, sekaligus memantik minat para pemodal untuk berinvestasi pada kekayaan intelektual murni buatan anak bangsa. (NDR)
