30 Ribu Buku Tulis Disalurkan untuk Dukung Literasi Anak di Wilayah Terdampak Bencana

Jakarta – Sebanyak 30.000 buku tulis diserahkan dalam pembukaan CIA Fest 2026 untuk mendukung kebutuhan perlengkapan belajar anak-anak di wilayah terdampak bencana. Buku tulis tersebut diberikan oleh SiDU dan secara simbolis diserahkan kepada perwakilan Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Bantuan tersebut nantinya disalurkan ke wilayah terdampak melalui Dinas Pendidikan setempat. Penyerahan 30.000 buku tulis menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap keberlanjutan proses belajar anak setelah masa tanggap darurat bencana berakhir.

CIA Fest 2026 sendiri berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, festival literasi anak tersebut mengangkat tema “SUMATRA: Dari Anak untuk Anak” dengan fokus pada Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara yang terdampak bencana pada akhir 2025.

Dalam rilisnya, CIA Fest menyoroti bahwa berakhirnya masa tanggap darurat tidak serta-merta mengakhiri kebutuhan anak untuk belajar. Ketika kegiatan sekolah mulai kembali berjalan, buku dan bahan bacaan tetap menjadi bagian dari keberlanjutan proses belajar.

Karena itu, selain bantuan perlengkapan belajar, dana yang terkumpul melalui rangkaian CIA Fest 2026 akan dihimpun untuk menghadirkan Majalah CIA dan Majalah ISO bagi anak-anak di wilayah terdampak.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses bacaan anak. Berdasarkan hasil PISA 2025, skor membaca Indonesia mencapai 365 poin, naik 7 poin dibandingkan 2022. Namun, OECD mencatat kenaikan tersebut belum signifikan secara statistik. Hanya 27 persen siswa Indonesia usia 15 tahun yang mencapai Level 2 atau lebih dalam kecakapan membaca.

Selama lebih dari 16 tahun, Majalah CIA telah hadir sebagai media baca cetak bagi anak SD kelas 3–6. Sementara Majalah ISO ditujukan bagi anak usia TK hingga kelas 2 SD. Keduanya menghadirkan bacaan dan berbagai aktivitas edukatif yang melibatkan anak, guru, sekolah, serta orang tua.

Sejak 2024, CIA dan ISO dipercaya menjadi mitra Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mendukung penguatan literasi pada jenjang PAUD dan SD. Majalah CIA juga disebut telah menjangkau lebih dari 10 juta pembaca anak dan hadir di berbagai sekolah sebagai bahan bacaan serta pengayaan literasi.

Selain penyaluran perlengkapan belajar, CIA Fest 2026 menghadirkan Bazar Buku Rakyat (BBR) hasil kolaborasi dengan Taka Library. Bazar tersebut menyediakan ribuan buku anak dan keluarga dengan harga terjangkau.

Festival ini juga diisi belasan perlombaan dan aktivitas literasi. Salah satunya Lomba Debat yang menghadirkan Suharyanto Sumarto, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Perpustakaan dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional RI; Totok Soefijanto, Ed.D., Rektor Institut Media Digital Emtek; serta Zuraida Hamdie, Ketua Yayasan Amanah Bangun Negeri, sebagai juri.

Kegiatan lain yang digelar adalah Piknik Hanya Untuk Guru dengan peserta sekitar 300 guru dari wilayah Jabodetabek. Sekitar 500 anak PAUD dari komunitas di kawasan kampung nelayan Angke, Marunda, dan Cilincing juga mengikuti rangkaian kegiatan festival.

CIA Fest turut melibatkan anak secara langsung melalui Poster Dari Anak untuk Anak. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 200 anak dari sekolah umum dan 100 anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk membuat karya sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak terdampak bencana di Sumatra. Karya tersebut akan dilelang untuk mengumpulkan donasi dan didukung Indomilk Kids sebagai ruang ekspresi serta aktivitas kreatif anak.

Bunda Literasi dan Bunda PAUD DKI Jakarta, Endang Nugrahani, yang turut menghadiri pembukaan CIA Fest 2026, mengajak orang tua dan guru memberikan ruang bagi anak untuk membaca, bercerita, bertanya, berimajinasi, dan berkarya.

“Jangan sampai membaca hanya dipandang sebagai kewajiban dan tugas sekolah semata. Mari kita jadikan membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan dan dekat dengan keseharian anak-anak,” ujar Endang. Jumat, (2/10/2026).

Sementara itu, Pendiri Majalah CIA Stefanie Augustin menilai keberlanjutan pendidikan anak membutuhkan dukungan yang tidak berhenti ketika situasi darurat berakhir.

“Ketika anak-anak terdampak bencana kehilangan sebagian akses belajarnya, memastikan mereka tetap memiliki bacaan adalah salah satu bentuk nyata dari kepedulian kita terhadap keberlanjutan pendidikan mereka,” kata Stefanie di lokasi yang sama.

CIA Fest 2026 masih berlangsung hingga Minggu, 4 Oktober 2026, di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Festival tersebut menjadi ruang untuk menumbuhkan karakter Generasi Adiwangsa yang diprakarsai Majalah CIA, yakni anak yang cerdas, memiliki integritas, dan siap melakukan aksi nyata bermakna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *