BAIQMARKET Perkenalkan Konsep Retail Berbasis Pengalaman di Kelapa Gading

Kabar17.id, Jakarta – Pengalaman berbelanja kini menjadi salah satu aspek yang diperhatikan pelaku usaha retail untuk menarik konsumen di tengah perkembangan transaksi digital. Melihat perubahan tersebut, BAIQMARKET menghadirkan gerai terbarunya di Old Shanghai, Sedayu City, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan menggabungkan fashion, hiburan, dan aktivitas komunitas dalam satu tempat.

Gerai yang resmi dibuka pada Sabtu (10/10/2026) ini mengusung konsep The New Retail Experience, yang menempatkan pengalaman pelanggan sebagai bagian penting dari aktivitas berbelanja. Melalui konsep tersebut, BAIQMARKET ingin menjadikan toko fisik sebagai ruang yang tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati suasana dan berinteraksi.

Founder BAIQMARKET, Baiq Ayesha, mengatakan pemilihan Kelapa Gading didasarkan pada potensi kawasan serta keberadaan pelanggan yang cukup banyak di wilayah tersebut. Old Shanghai dinilai memiliki karakter yang mendukung pengembangan konsep retail yang memadukan fashion dan gaya hidup.

“Pelanggan kami cukup banyak di kawasan ini. Selain itu, kami melihat Old Shanghai sebagai tempat yang menarik dan memiliki potensi untuk berkembang menjadi sesuatu yang menarik,” ujar Ayesha. Sabtu, (10/10/2026).

Menurut Ayesha, tantangan bisnis retail saat ini bukan semata-mata persaingan harga dengan platform belanja online. Pelaku usaha juga perlu memberikan alasan bagi konsumen untuk datang langsung ke toko, salah satunya melalui pengalaman yang tidak dapat diperoleh ketika berbelanja secara digital.

“Kami menghadirkan aktivasi dan pengalaman yang tidak bisa didapatkan melalui belanja online. Ternyata, orang tidak hanya membutuhkan harga murah, tetapi juga pengalaman, kualitas, dan sesuatu yang tidak mereka dapatkan di tempat lain,” katanya.

Untuk mendukung konsep tersebut, BAIQMARKET menghadirkan suasana toko yang lebih interaktif melalui musik, pelayanan personal, dan aktivitas yang melibatkan pengunjung. Pendekatan ini diharapkan membuat pelanggan merasa lebih dekat dengan brand sekaligus menikmati proses berbelanja.

BAIQMARKET juga menyesuaikan konsep setiap gerai dengan karakter lokasi. Mulai dari tampilan visual hingga konten digital dan aktivitas yang diselenggarakan, perusahaan berupaya menghadirkan identitas yang berbeda di setiap cabang.

Selain mengembangkan pengalaman pelanggan, perusahaan turut memberikan perhatian pada pemberdayaan masyarakat. Melalui workshop internal, BAIQMARKET melibatkan tenaga kerja lokal, termasuk penyandang disabilitas, dalam proses pengembangan produknya.

Ayesha mengatakan, pengembangan bisnis yang dilakukan bersama suami tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan perusahaan, tetapi juga pada manfaat yang dapat dirasakan orang-orang di sekitarnya.

“Kami ingin ikut menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan. Bukan hanya saya yang ingin maju, tetapi semua orang yang berada di belakang saya juga memiliki tujuan yang sama. Kami ingin maju bersama,” tuturnya.

Kehadiran BAIQMARKET di Old Shanghai menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas jangkauan pasar di Jakarta Utara. Ke depan, perusahaan juga menyiapkan pengembangan jaringan ke sejumlah wilayah lain, termasuk Bandung, serta menjajaki peluang pasar internasional.

Dengan memadukan produk fashion, hiburan, dan interaksi komunitas, BAIQMARKET berupaya menghadirkan alternatif pengalaman belanja di Kelapa Gading. Konsep ini sekaligus menjadi strategi perusahaan untuk mempertahankan relevansi toko fisik di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin terbiasa dengan kemudahan transaksi online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *