Jakarta Pusat – Polri menyiapkan pengamanan untuk mengawal sejumlah kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat di kawasan Gedung DPR RI, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kelurahan Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2026).
Kesiapan pengamanan diawali dengan pelaksanaan Apel Pelayanan Aksi Unjuk Rasa yang digelar sekitar pukul 09.50 WIB di kawasan Gedung DPR RI. Apel dipimpin oleh Wakapolsek Metro Tanah Abang Kompol Sam. Suharto, S.H., M.H., sekaligus menjadi sarana untuk memastikan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Sebanyak 259 personel disiapkan untuk mendukung pelayanan dan pengamanan kegiatan. Kekuatan tersebut terdiri dari personel BKO Polda Metro Jaya, personel Polres Metro Jakarta Pusat, serta personel Polsek Metro Tanah Abang.
Dari unsur BKO Polda Metro Jaya, kekuatan pengamanan melibatkan personel Brimob, Dit Samapta, Dit Pam Obvit, Dit Reskrimsus, Dit Reskrimum, Dit Resnarkoba, Dit Ressiber, Dit Res PPA/PPO, Dit Intelkam, serta Bid Propam.
Sementara itu, dari jajaran Polres Metro Jakarta Pusat turut dilibatkan personel dari Sie Propam, Sat Reskrim, Sat Narkoba, Sat Res PPA/PPO, Sat Samapta/Dalmas, Sat Pamobvit dan Sat Lantas. Polsek Metro Tanah Abang juga menurunkan personel untuk mendukung pengamanan di sekitar lokasi kegiatan.
Berdasarkan informasi yang diterima, terdapat tiga elemen masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan penyampaian pendapat di kawasan Gedung DPR RI.
Elemen pertama yakni aliansi Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dengan jumlah massa sekitar 500 orang. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB dengan membawa aspirasi mengenai penetapan Hari Keadilan Ekologis serta peringatan Hari Keadilan Ekologis melalui kegiatan March for Radiotherapy Justice.
Selanjutnya, terdapat Forum Pengawas Reformasi Polri dengan jumlah peserta sekitar 20 orang. Berdasarkan informasi kegiatan, massa tersebut membawa aspirasi terkait evaluasi terhadap Kapolda Banten berkaitan dengan kebakaran yang terjadi di Mako Polda Banten.
Sementara itu, Forum Mahasiswa Hukum Indonesia diperkirakan diikuti sekitar 15 orang dengan aspirasi terkait permintaan pemeriksaan terhadap Maruf Mubarok atas dugaan keterlibatan dalam peredaran rokok ilegal di Jawa Timur.
Dalam apel tersebut, pimpinan apel memberikan sejumlah penekanan kepada personel yang akan melaksanakan tugas. Personel diminta memahami situasi dan karakteristik kegiatan masing-masing elemen masyarakat serta melaksanakan pengamanan sesuai tugas dan fungsi.
Personel juga diingatkan agar selalu berhati-hati dalam bertugas dan menghindari pelanggaran sekecil apa pun. Setiap tindakan di lapangan harus dilakukan secara profesional, terukur dan bertanggung jawab.
Untuk memastikan kesiapan seluruh personel, unsur Provos juga diarahkan melakukan pengecekan kembali terhadap anggota yang terlibat dalam pengamanan, termasuk personel BKO dari Polda Metro Jaya.
Kehadiran ratusan personel tersebut bukan semata-mata untuk melakukan pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
Dalam pelaksanaannya, personel diarahkan mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi yang baik serta menghormati penyampaian aspirasi masyarakat. Di sisi lain, aspek keamanan tetap menjadi perhatian agar kegiatan dapat berlangsung secara tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung melalui jajaran menekankan pentingnya kesiapan personel dalam mengawal berbagai kegiatan masyarakat. Pengamanan dilaksanakan dengan tetap mengutamakan pelayanan, keselamatan dan situasi Kamtibmas di sekitar lokasi kegiatan.
Sementara itu, Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo terus mengarahkan personelnya untuk menjalankan tugas secara profesional dan humanis. Koordinasi antara unsur Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Metro Tanah Abang menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan tugas di lapangan berjalan dengan baik.
Selain mengamankan lokasi kegiatan, personel juga melakukan pemantauan terhadap situasi di sekitar Gedung MPR/DPR/DPD RI, termasuk arus masyarakat dan pengguna jalan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga agar aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan dengan tertib selama kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung.
Polri juga mengajak seluruh peserta aksi untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi. Penyampaian pendapat diharapkan berlangsung secara damai, tertib dan tetap memperhatikan keselamatan diri sendiri maupun masyarakat di sekitar lokasi.
Apel pelayanan ini menjadi bagian dari kesiapan Polri dalam menghadapi berbagai kegiatan masyarakat di wilayah Jakarta Pusat. Dengan koordinasi dan kesiapan personel yang baik, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung secara aman, tertib dan kondusif.
Polri berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan dan pengamanan secara profesional, sekaligus menjaga ruang masyarakat dalam menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan yang berlaku.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)
